berikut prinsip prinsip yang harus dipegang dalam sebuah tim kecuali

Berikutprinsip dasar dalam mendesain sebuah poster kecuali. Ada beberapa prinsip-prinsip dari poster yang baik dan harus di perhatikan. Berikut ini adalah teknik dasar dalam permainan bola voli kecuali. Prinsip desain terdiri atas 5 hal yaitu keseimbangan balance kesatuan unity ritme rhytm penekanan emphasis dan proporsi. Poster mempunyai TujuanPemberdayaan Masyarakat. Menurut Mardikanto dalam Dedeh Maryani dan Ruth Roselin E. Nainggolan (2019: 8-10), tujuan dari pemberdayaan masyarakat yaitu: 1. Perbaikan kelembagaan (Better institution) Dengan memperbaiki kegiatan yang dilakukan, diharapkan dapat memperbaiki kelembagaan. Jawabanyang benar adalah: B. keterlibatan belajar secara berkelompok oleh peserta didik. Dilansir dari Ensiklopedia, berikut adalah prinsip-prinsip pengalaman belajar yang harus dipenuhi, kecuali keterlibatan belajar secara berkelompok oleh peserta didik. [irp] Pembahasan dan Penjelasan Kuncijawabannya adalah: C. Terjadi pada tempo yang sama. Dilansir dari Ensiklopedia, Berikut ini yang merupakan prinsip-prinsip perkembangan, kecualiberikut ini yang merupakan prinsip-prinsip perkembangan, kecuali Terjadi pada tempo yang sama. Penjelasan. Kenapa jawabanya bukan A. Never Ending Process (tidak pernah berhenti)? Nah ini nih Pembahasandan Penjelasan. Menurut saya jawaban A. Didasarkan otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali.. Menurut saya jawaban B. Harus meningkatkan kemandirian daerah. adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Vay Tiền Nhanh Ggads. Ilustrasi Seni Rupa. Foto PixabaySeni rupa adalah salah satu jenis karya seni yang banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembuatan karyanya, ada sejumlah prinsip seni rupa yang perlu seni rupa dapat diartikan sebagai suatu kaidah yang perlu dilakukan dalam proses pembentukan suatu karya seni rupa yang apa saja prinsip-prinsip seni rupa? Simak jawabannya pada pembahasan mengenai prinsip-prinsip-prinsip seni rupa di bawah Seni RupaIlustrasi melukis adalah salah satu teknis dalam menghasilkan karya seni rupa. Foto PexelsMenurut Mansurdin, M. Hum., dalam bukunya yang berjudul Pembudayaan Literasi Seni Di SD, pengertian dari seni rupa adalah sebuah cabang seni yang hasilnya dapat dinikmati oleh mata dan disentuh dengan rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan oleh indra rupa biasanya dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya adalah seni rupa murni dan seni rupa terapan. Selain itu, seni rupa juga dikelompokkan berdasarkan bentuk dari karyanya, yakni seni rupa dua dimensi dan seni rupa tiga yang Dimaksud Unsur dan Prinsip Seni Rupa?Ilustrasi membuat karya seni rupa. Foto PexelsSecara harfiah, seni merupakan keahlian membuat karya bermutu yang dilihat dari segi keindahan, kehalusan, dan lainnya. Seni memiliki sejumlah cabang, salah satunya adalah seni rupa. Seni rupa juga dapat diartikan sebagai seni pahat seperti patung dan seni membentuk suatu karya seni rupa, dibutuhkan unsur dan prinsip-prinsip tertentu. Unsur dalam seni rupa ialah elemen-elemen yang digunakan dalam proses pembuatan karya seni umum, unsur-unsur yang mewujudkan sebuah karya seni rupa terdiri dari unsur fisik dan nonfisik. Unsur fisik adalah bagian yang secara langsung dapat dilihat dan atau diraba dalam sebuah karya seni rupa. Contoh unsur-unsur fisik dalam seni rupa adalah sebagai berikutGaris, yakni unsur yang memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus, pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak dan atau bidang, yaitu unsur seni rupa yang terbentuk dari pertemuan ujung dari sebuah garis atau perpotongan dari beberapa garis yang yaitu unsur yang selalu berkaitan dengan benda yang bisa berbentuk seperti suatu bangun atau yakni unsur yang berkaitan dengan dimensi suatu karya, seperti dua dimensi yang hanya menunjukkan ukuran panjang dan lebar, sedangkan ruang tiga dimensi memberikan kesan yaitu unsur seni rupa yang berkaitan dengan kualitas taktil dari suatu yakni unsur seni rupa yang mana karya dari seni tersebut mengeluarkan kesan yang ditimbulkan akibat pantulan cahaya yang mengenai permukaan suatu terang, yaitu unsur yang timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan beberapa unsur fisik pada karya seni rupa. Berbeda dengan unsur fisik, unsur nonfisik adalah kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya nonfisik inilah yang disebut sebagai prinsip seni rupa yang banyak digunakan dalam proses pembuatan karya dari seni atau aturan baku ini disebut komposisi, berasal dari bahasa latin compositio yang artinya menyusun atau menggabungkan menjadi dapat disimpulkan bahwa prinsip-prinsip seni rupa adalah unsur nonfisik dalam karya seni rupa berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh beberapa seniman secara konvensional dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan Prinsip Seni RupaIlustrasi membuat karya seni rupa. Foto PexelsSeni rupa memiliki elemen-elemen pokok yang sangat penting di dalamnya, yaitu titik, garis, warna, bentuk, ruang, bidang, dan tekstur. Tak hanya itu, ketika ingin membuat karya seni rupa, ada komposisi atau prinsip yang harus adalah prinsip-prinsip seni rupa yang diterapkan dalam proses pembuatan KesatuanIlustrasi Kesatuan. Foto PixabayKesatuan dalam seni rupa diartikan sebagai unsur-unsur yang saling berkaitan dengan baik. Keberhasilan sebuah seni rupa dimulai dari rancangannya. Oleh karena itu, seorang seniman dapat melihat terlebih dulu kesatuan dalam KeseimbanganIlustrasi Keseimbangan. Foto PixabayKeseimbangan dalam seni rupa dapat dilihat dari empat poin, yakni simetris, asimetris, radial/sentral, dan kesan yang diberikan. Keseimbangan ini didapat dari pengelompokkan objek kecil di antara benda besar, penggunaan banyak warna terang dengan sebuah objek berwarna gelap, dan Irama/RitmeIlustrasi Irama. Foto PixabayDalam sebuah karya seni rupa, irama atau ritme dapat berupa pengulangan bentuk, warna, atau motif. Pengulangan ini bebas dilakukan sesuai selera sang perubahan dari besar ke kecil disebut irama progresif, sedangkan dari kecil ke besar disebut irama mengalun. Irama dengan pengulangan bentuk, ukuran, dan warna yang sama disebut irama Pusat PerhatianIlustrasi Pusat Perhatian. Foto PixabayPusat perhatian merupakan prinsip dominasi untuk menampilkan atau menonjolkan sesuatu dalam suatu karya seni rupa. Pusat perhatian bisa ditunjukkan lewat warna, bentuk, atau gerak. Misalnya, warna cerah di sekeliling warna KontrasIlustrasi Kontras. Foto PixabayPrinsip kontras dapat dicontohkan dengan lukisan yang memiliki susunan warna harmonis ditambah beberapa warna yang berlainan. Selain itu, kontras dalam seni rupa juga dapat berupa dua unsur yang saling tumpang tindih. Ketidakserasian tersebut menciptakan harmoni yang saling ProporsiIlustrasi Proporsi. Foto PixabayProporsi sangat penting dalam menggambarkan bentuk untuk menampilkan benda sesuai dengan aslinya. Secara umum, prinsip proporsi diterapkan dengan membandingkan bagian satu dengan lainnya agar selaras dan enak KomposisiIlustrasi Komposisi. Foto PixabayPrinsip ini menjadi salah satu dasar keindahan dari karya seni. Komposisi juga berhubungan dengan penyusunan unsur sehingga menjadi teratur. Ketika suatu komposisi seni rupa tepat, maka akan menghasilkan karya seni yang baik sehingga dapat memunculkan sebuah 7 prinsip yang digunakan dalam proses pembuatan karya seni rupa. Prinsip seni rupa tersebut harus diterapkan agar dapat menciptakan karya seni rupa yang indah dan Seni RupaIlustrasi pamera karya seni rupa. Foto PexelsSeni rupa dengan berbagai jenisnya memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan. Dikutip dari Pembelajaran Seni Rupa untuk Usia Dini oleh Lisa Aditya Dwiwansyah, dkk., 2021 11-12, berikut beberapa fungsi seni rupa yang bisa dipahami1. Fungsi Pemenuhan Kebutuhan FisikFungsi ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan fisik manusia, baik yang dipakai langsung maupun sebagai pelengkap aktivitas. Misalnya, pakaian, perabotan rumah, kerajinan, perhiasan, dan sebagainya. Pada hakikatnya, manusia menyukai hal-hal yang indah dan butuh benda untuk dipakai. Seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk benda dan bisa dimanfaatkan hendaknya memiliki tiga kriteria, yaitu keindahan, kenyamanan, dan Fungsi Pemenuhan Kebutuhan EmosionalSeni rupa juga berfungsi sebagai pemenuhan terhadap kebutuhan emosional manusia. Ini karena manusia memiliki banyak perasaan, seperti bahagia, sedih, malas, semangat, dan sebagainya. Sebagai contoh, jika seseorang merasa sedih dan bosan, dia perlu rekreasi sebagai penghiburan, seperti menonton bioskop atau berkunjung ke pameran Fungsi KomunikasiManusia selalu berkomunikasi dengan sesamanya dan alat komunikasi yang sering digunakan adalah bahasa. Bahasa ini dapat dituangkan dalam bentuk seni rupa, misalnya seorang pelukis membuat lukisan untuk menyampaikan ide atau gagasannya terhadap sesuatu agar orang yang melihat lukisan tersebut dapat menerima dengan baik maksud yang ingin disampaikan oleh Fungsi EdukasiSelain nilai keindahan, seni rupa juga berfungsi sebagai nilai edukasi. Karya seni rupa bisa memberikan informasi baik tersirat maupun seperti seni pertunjukan wayang. Selain berfungsi untuk menghibur, seni wayang juga terkandung pesan dan amanat di Fungsi AgamaFungsi seni rupa dalam bidang keagamaan adalah untuk menyampaikan pesan yang diinginkan agama untuk umatnya. Contohnya adalah kaligrafi. Selain untuk mempercantik masjid-masjid, kaligrafi juga merupakan sarana yang dimaksud dengan seni rupa?Apa itu unsur fisik dalam seni rupa?Apa saja unsur-unsur seni rupa? Bekerja di bidang business development mengharuskanmu untuk memahami beberapa prinsip dasar dalam bisnis. Hal ini karena prinsip dasar tersebut adalah hal-hal yang membantu perusahaan dalam mengetahui prioritasnya. Tidak hanya itu, prinsip ini juga dapat membantu perusahaan ketika membuat keputusan. Nah, di artikel ini Glints akan memberikan beragam prinsip yang perlu kamu ketahui dalam bisnis. Yuk, simak artikelnya berikut ini! Prinsip Dasar Bisnis 1. Ketahui industri dan kompetitormu Memiliki pengetahuan tentang industri dan kompetitor adalah salah satu prinsip dasar bisnis yang penting dimiliki. Hal ini karena informasi tersebut dapat membantumu menentukan standar operasi dan strategi bisnis. Kamu bisa mengetahui kondisi industri, kompetitor, serta ekspektasi konsumen dengan melakukan riset pasar. Tidak hanya itu, cobalah untuk turut mempelajari harga, kualitas, dan strategi marketing kompetitor saat melakukan riset pasar. Hal tersebut dapat membantumu merancang produk yang relevan serta tidak terlalu mahal bagi konsumen. Dengan begitu, bisnismu dapat lebih menonjol dan menarik dari kompetitor di mata konsumen dan klien. 2. Bentuk tim yang mumpuni Membentuk tim yang mumpuni adalah salah satu prinsip dasar bisnis penting selanjutnya. Hal ini karena tim yang mumpuni memiliki beragam keuntungan bagi lingkungan kerjamu. Tidak hanya itu, tim yang mumpuni juga memastikan bahwa strategi dan operasi bisnis bisa berjalan dengan sukses. Tim yang mumpuni juga bisa membantu perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas dari produk atau layanan yang diberikan. 3. Buat produk atau layanan yang berkualitas © Prinsip dasar dalam bisnis selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah membuat produk atau layanan berkualitas bagi konsumen dan klien. Produk atau layanan berkualitas membuatmu unggul dari kompetitor. Selain itu, hal ini juga menjadi faktor pendorong bagi konsumen untuk loyal pada brand-mu. Sebuah produk atau layanan disebut berkualitas jika dapat memenuhi kebutuhan, preferensi, dan keinginan konsumen. Sehingga, produk atau layanan berkualitas dapat meningkatkan kepuasan konsumen, brand awareness, hingga customer base-mu. 4. Tentukan goals Menentukan goals yang ingin dicapai adalah prinsip dasar bisnis selanjutnya. Adanya goals dapat membantumu dalam melacak progres dan tingkat kesuksesanmu. Tidak hanya itu, kamu pun bisa tahu kapan harus memberikan penghargaan bagi anggota tim untuk usahanya ketika goals tercapai. 5. Promosikan produk atau layanan Mempromosikan produk atau layanan adalah prinsip dasar bisnis selanjutnya yang perlu diperhatikan. Hal ini karena teknik penjualan dan pengiklanan yang efektif dapat meningkatkan revenue serta keuntungan perusahaan. Tentunya, masyarakat tidak akan tahu atau tertarik terhadap produk atau layananmu jika kamu tidak melakukan promosi ke mereka. Karena itu, pastikan untuk membuat sales dan marketing plan supaya bisa membuat pendekatan yang berkelanjutan ke konsumen atau klien. Melakukan promosi yang efektif juga dapat meningkatkan brand awareness audiens. 6. Pahami struktur organisasi Menurut American National University, memahami bentuk struktur organisasi dalam perusahaan dan bagaimana ia beroperasi adalah salah satu prinsip dasar bisnis lainnya yang perlu dikuasai. Struktur dalam konteks bisnis memiliki beberapa aspek seperti berikut; manajemen terhadap proyek yang dikerjakan alokasi tugas dan pekerjaan komposisi pekerja dalam suatu departemen Karena itu, menguasai struktur bisnis yang efektif dapat memastikan kamu dan anggota tim tetap produktif serta efisien setiap saat. 7. Ketahui prinsip keuangan dan akuntansi © Selain struktur organisasi perusahaan, memahami informasi penting yang berkaitan dengan keuangan dan akuntansi adalah salah satu prinsip dasar bisnis yang perlu diperhatikan. Memiliki pemahaman dalam bidang keuangan dan akuntansi memastikan perusahaanmu tetap patuh pada peraturan serta undang-undang yang berlaku. Tidak hanya itu, informasi dalam bidang keuangan dan akuntansi dapat membantumu dalam mendapatkan hal-hal berikut; informasi tentang pajak yang perlu dibayarkan izin untuk mengajukan permohonan keringanan pajak tenggat waktu pembayaran pajak yang perlu dipenuhi 8. Pahami sistem dan proses operasional Melansir Indeed, kamu juga perlu memahami sisten dan proses operasional perusahaan sebagai salah satu prinsip dasar bisnis. Hal ini karena pemahamanan terhadap sistem dan proses operasional dapat membantu perusahaan untuk berkembang serta meningkatkan jangkauan audiens. Ada beberapa sistem dan proses operasional yang bisa coba kamu pahami, di antaranya; mengelola konsumen komunikasi dengan tim dan klien teknik sales dan marketing yang digunakan perusahaan bagaimana informasi disebarkan di perusahaan tingkat penjualan dan revenue yang didapatkan 9. Gunakan modal secara strategis Penggunaan modal dengan strategis adalah salah satu aspek kesuksesan bisnis. Sehingga, hal ini menjadi prinsip dasar dalam bisnis yang perlu diperhatikan. Kamu tidak akan kekurangan dana untuk membayar seluruh biaya bisnis jika modal digunakan secara strategis. Tentu, hal tersebut membantu perusahaan untuk bisa tetap beroperasi dan berkembang. Mengetahui bagaimana mengalokasikan keuntungan yang didapat juga memungkinkan perusahaan untuk terus memproduksi produk atau layanan sambil meningkatkan kualitasnya. 10. Prioritaskan konsumen Selalu memprioritaskan konsumen adalah prinsip dasar bisnis lainnya yang perlu kamu ketahui. Menunjukkan hal ini tentu akan meningkatkan loyalitas konsumen terhadapmu. Tentunya, hal tersebut dapat memudahkanmu dalam melakukan penjualan, terlebih untuk produk atau layanan baru. Ada beberapa hal yang membuatmu bisa menunjukkan bahwa kamu memang peduli dengan konsumen, seperti; membuat produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan, ketertarikan, dan keinginannya fokus memberi customer service yang baik membangun hubungan baik dengan konsumen yang sudah ada Nah, itu adalah beberapa prinsip dasar dalam bisnis yang bisa kamu perhatikan. Tentunya, masih banyak yang bisa kamu pelajari dalam bidang pengembangan bisnis selain prinsip-prinsip ini. Kamu ingin tahu lebih banyak seputar bidang business development? Yuk, kunjungi Glints Blog untuk membaca ragam artikelnya! Caranya mudah, cukup klik di sini untuk tahu lebih banyak seputar pengembangan bisnis. Gratis! 8 Fundamental Principles of Business You Need to Know 10 Fundamental Business Principles With Benefits Curriculum development is an important thing to do. In Indonesia, there have been ten curriculum changes that have started from the 1947 Curriculum to the present, the 2013 Curriculum. In fact, the curriculum changes show that the principles of education must be able to adjust the development of the times without leaving the cultural values of the relevant community. The purpose of this research is to find out the principles in curriculum development. This research uses library research method. The results of this study indicate that curriculum development resources, including; empirical data, experimental data, folklore and general public knowledge. The principles in curriculum development are divided into two things 1. General Principles, which include; the principle of relevance, the principle of flexibility, the principle of continuity, the practical principle, and the principle of effectiveness, 2. Special Principles, which include; principles for determining educational objectives, principles for selecting educational content, principles for selecting teaching and learning processes, principles for selecting media and teaching tools, and principles relating to assessment. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Volume 8, Nomor 1, Mei 2020; p-ISSN 2338-2325; e-ISSN 2540-9697; 42-55 PRINSIP-PRINSIP DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ariefrahman163 , tasmanhamami61 Abstract Curriculum development is an important thing to do. In Indonesia, there have been ten curriculum changes that have started from the 1947 Curriculum to the present, the 2013 Curriculum. In fact, the curriculum changes show that the principles of education must be able to adjust the development of the times without leaving the cultural values of the relevant community. The purpose of this research is to find out the principles in curriculum development. This research uses library research method. The results of this study indicate that curriculum development resources, including; empirical data, experimental data, folklore and general public knowledge. The principles in curriculum development are divided into two things 1. General Principles, which include; the principle of relevance, the principle of flexibility, the principle of continuity, the practical principle, and the principle of effectiveness, 2. Special Principles, which include; principles for determining educational objectives, principles for selecting educational content, principles for selecting teaching and learning processes, principles for selecting media and teaching tools, and principles relating to assessment. Keywords Curriculum Development, Development Principles, Education in Indonesia Abstrak Pengembangan kurikulum merupakan salah satu hal yang penting dilakukan. Di Indonesia, terhitung telah terjadi sepuluh kali pergantian kurikulum yang dimulai dari Kurikulum 1947 hingga sekarang ini, Kurikulum 2013. Sejatinya, perubahan kurikulum tersebut menunjukkan bahwa prinsip dari pendidikan haruslah dapat menyesuaikan perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya masyarakat yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka library research. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sumber-sumber pengembangan kurikulum, meliputi; data empiris, data eksperimen, cerita rakyat dan pengetahuan umum masyarakat. Adapun prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum terbagi atas dua hal 1. Prinsip Umum, yang meliputi; prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip kontinuitas, prinsip praktis, dan prinsip efektivitas, 2. Prinsip Khusus, yang meliputi; prinsip penentuan tujuan pendidikan, prinsip pemilihan isi pendidikan, prinsip pemilihan proses belajar mengajar, prinsip pemilihan media dan alat pengajaran, dan prinsip yang berkenaan dengan penilaian. Kata Kunci Pengembangan Kurikulum, Prinsip Pengembangan, Pendidikan di Indonesia Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 PENDAHULUAN Salah satu aspek yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan pendidikan nasional adalah aspek kurikulum. Keberadaan kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran strategis dalam sistem Oemar Hamalik,setidaknya terdapat tiga peranan strategis yang diemban oleh kurikulum dalam dunia pendidikan; pertama, peranan konservatif. Peran konservatif kurikulum adalah melestarikan berbagai nilai budaya sebagai warisan masa lalu. Dikaitkan dengan era globalisasi sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang memungkinkan mudahnya pengaruh budaya asing menggerogoti budaya lokal, maka peran konservatif dalam kurikulum memiliki arti yang sangat penting. Melalui peran konservatifnya, kurikulum berperan dalam menangkal berbagai pengaruh yang dapat merusak nilai-nilai luhur masyarakat, sehingga identitas masyarakat akan tetap terpelihara dengan baik. Kedua, peranan kritis. Tidak setiap nilai dan budaya lama harus tetap dipertahankan, sebab kadang-kadang nilai dan budaya lama itu sudah tidak sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat; demikian juga ada kalanya nilai dan budaya baru itu juga tidak sesuai dengan nilai-nilai lama yang masih relevan dengan keadaan dan tuntutan zaman. Di sini, kurikukum berperan dalam menyeleksi dan mengevaluasi segala sesuatu yang dianggap bermanfaat untuk kehidupan anak didik. Ketiga, peranan kreatif. Kurikulum harus mampu menjawab setiap tantangan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat yang cepat berubah. Dalam peran kreatifnya, kurikulum harus mengandung hal-hal baru sehingga dapat membantu siswa untuk dapat mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat yang senantiasa bergerak maju secara dinamis. Dalam proses pengembangan kurikulum, ketiga peran di atas harus berjalan secara seimbang. Kurikulum yang terlalu menonjolkan peran konservatifnya cenderung akan membuat pendidikan ketinggalan oleh kemajuan zaman; sebaliknya kurikulum yang terlalu menonjolkan peran kreatifnya dapat membuat hilangnya nilai-nilai budaya masyarakat. Khususnya di Indonesia, pengembangan kurikulum Rusman, Manajemen Kurikulum Jakarta Rajawali Press, 2009, 1. Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum Bandung Remaja Rosdakarya, 2008, 11–12. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan dimaksudkan agar pendidikan dapat menyesuaikan perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya masyarakat yang luhur. Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup banyak mengalami perubahan dan pengembangan kurikulum. Terhitung, pemerintah pernah menjalankan pergantian kurikulum sebanyak sepuluh kali, dimulai dari kurikulum 1947, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984 kurikulum CBSA, kurikulum 1994, kurikulum 2004 KBK, kurikulum 2006 KTSP, hingga kurikulum tetapi, berdasarkan hasil survei terbaru oleh Programme for International Student Assessment PISA yang dirilis pada Desember 2019, menempatkan Indonesia di peringkat ke-72 dari 77 negara. Data ini menjadikan Indonesia bercokol di peringkat enam terbawah, masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Survei PISA merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia berdasarkan kemampuan membaca, matematika dan di atas bukan merupakan sesuatu hal yang aneh dan mengejutkan. Pendapat ini didukung oleh Hamzah yang menyatakan bahwa kurikulum yang ada pada pendidikan sekolah masih mengalami stagnasi, statis, dan berorientasi pada materialis. Stagnasi terlihat dari adopsi dan replikasi kurikulum pendidikan sekolah. Nuansa hegemoni pada dunia pendidikan sekolah terasa mengental, bahkan menuju ke arah status quo kurikulum sekolah. Adanya hegemoni tersebut membuat pola pikir dan arah nalar para pendidik dan peserta didik terpasung dalam pendidikan yang menjerumuskan bukannya pendidikan yang demikian, pengembangan kurikulum menjadi sebuah keharusan dan berlaku sepanjang hidup. Prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum harus mampu dievaluasi dan diterapkan sebagai usaha pembenahan guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang telah dicita-citakan bersama. Fitri Wahyuni, “KURIKULUM DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan,” accessed April 15, 2020, Pandasurya Wijaya, “Survei Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 Negara,” accessed March 3, 2020, A. Hamzah, Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Mentalitas Bangkalan Universitas Trunojoyo Press, 2007, 45. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka atau library research. Dalam penelitian kepustakaan ini dilakukan proses mengumpulkan, menganalisis, mengolah dan menyajikan buku, jurnal dan teks-teks yang berhubungan dengan tema penelitian sebagai bahan referensi dalam bentuk laporan kepustakaan. Data yang telah dikumpulkan, kemudian dianalisis menggunakan metode content analysis. Tahapan dalam metode ini antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan beberapa referensi primer dalam penelitian kepustakaan ini ialah; 1 Buku Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, karya N. S. Sukmadinata, 2 Buku Manajemen Pengembangan Kurikulum, karya Oemar Hamalik, 3 Buku Kurikulum dan Pengajaran, karya S. Nasution, 4 Buku Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, karya Zainal Arifin, serta 5 Buku Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan, karya Hendyat Soetopo dan Wasty Soemanto. HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Pengembangan Kurikulum Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu curir yang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang berarti jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai finish. Dalam bahasa Arab, kata kurikulum yang biasa digunakan adalah manhaj, yang berarti jalan terang yang dilalui manusia pada berbagai bidang definisi menurut istilah, sebagaimana dikemukakan oleh S. Nasution ialah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar di bawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan Jakarta Yayasan Obor Indonesia, 2008, 1–2. Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif Bandung Alfabeta, 2009, 92. Hasan Langgulung, Manusia Dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi Dan Pendidikan Jakarta Pustaka al-Husna, 1986, 176. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan menurut Zaenal Arifin, kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang rangka mencapai tujuan pendidikan, kurikulum tidaklah bersifat statis. Kurikulum dapat diubah maupun dimodifikasi secara dinamis mengikuti arah perkembangan zaman. Proses mengubah dan memodifikasi ini dinamakan proses pengembangan. Dalam kajian ini dipahami bahwa kegiatan pengembangan adalah penyusunan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaaan kurikulum. Istilah pengembangan menunjukkan pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru. Selama kegiatan tersebut, penilaian dan penyempurnaan terhadap alat atau cara tersebut terus dilakukan. Apabila setelah mengalami penyempurnaan-penyempurnaan, akhirnya alat atau cara tersebut dipandang cukup mantap untuk digunakan seterusnya, maka berakhirlah kegiatan pengembangan kurikulum oleh Oemar Hamalik, didefinisikan sebagai perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudkan untuk membawa siswa ke arah perubahan- perubahan yang diinginkan dan menilai sampai di mana perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri Dakir menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum ialah proses mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan pengembangan kurikulum sebagaimana disebut di atas mencakup dimensi yang luas. Pengembangan kurikulum merupakan istilah yang komprehensif, yang meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Perencanaan kurikulum yaitu langkah terdepan dalam membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan rencana yang akan dipakai oleh guru dan siswa. Penerapan kurikulum atau yang biasa disebut implementasi S. Nasution, Kurikulum Dan Pengajaran Jakarta Rineka Cipta, 1989, 5. Zainal Arifin, Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum Bandung Remaja Rosdakarya, 2015, 1. Syafaruddin and Amiruddin, Manajemen Kurikulum Medan Perdana Publishing, 2017, 130–31. Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, 97. Dakir, Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum Jakarta Bumi Aksara, 2010, 91. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 kurikulum berupaya memindahkan perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum adalah tahap akhir pengembangan kurikulum untuk melihat sejauh mana hasil pembelajaran, tingkat pencapaian program yang direncanakan, dan hasil dari kurikulum tersebut. Pengembangan kurikulum bukan hanya melibatkan orang-orang yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan, tetapi juga melibatkan banyak individu, seperti politisi, wirausahawan, orang tua siswa, dan elemen masyarakat lainnya yang merasa tertarik dengan pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada intinya adalah aturan atau undang-undang yang akan menginspirasi pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan kurikulum adalah proses memaksimalkan pelaksanaan kurikulum dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebagaimana dalam kurikulum yang ditetapkan pemerintah setelah dilaksanakan dalam waktu tertentu. Biasanya pengembangan kurikulum ini adalah proses pembaruan kurikulum setelah dilakukan evaluasi kurikulum setelah dilaksanakan, bisa saja dilakukan atas kebijakan pemerintah dan juga dapat dilakukan oleh pihak sekolah bersama dengan guru dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan kurikulum pendidikan di sekolah dan luar sekolah terhadap perkembangan anak didik. Sumber-sumber Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam kajian tentang sumber-sumber prinsip pengembangan kurikulum, Peter F. Oliva mengemukakan bahwa pada prinsip pengembangan kurikulum paling tidak ada 4 empat sumber yang menjadi acuan sebuah pengembangan kurikulum yaitu data empiris empirical data, data hasil penelitian experimental data, kisah rakyat folkfore curriculum yang menyangkut tentang keyakinan masyarakat dan nilai-nilai yang ada di dalamnya, serta pemahaman bersama atau pengertian umum yang ada dalam suatu masyarakat common sense.Mustofa Kamal, “Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas,” Madaniyah 4, no. 2 2014 230–31. Peter F Oliva, Developing The Curriculum, III United States Harper Collins Publishers, 1992, 28. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan Berdasarkan sumber-sumber pengembangan yang dikemukakan Oliva tersebut, dapat dikategorikan bahwa hanya ada 2 dua sumber yang menjadi prinsip pengembangan kurikulum yaitu sumber ilmiah dan sumber non ilmiah. Sumber ilmiah didapat dari data-data dari kegiatan yang bersifat ilmiah seperti halnya penelitian, data-data empiris tentang kelemahan dan kekurangan kurikulum sebelumnya, informasi faktual dan sebagainya. Sedangkan sumber non ilmiah didapat dari hal-hal yang bersifat non ilmiah seperti cerita rakyat, legenda, mitos dan sebagainya yang telah menjadi keyakinan umum oleh suatu masyarakat dan memiliki nilai-nilai tertentu di dalamnya. Sedangkan menurut Sukmadinata dalam bukunya Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktekmenyebutkan beberapa sumber pengembangan kurikulum diantaranya ialah dan pekerjaan orang dewasa, di mana isi kurikulum disesuaikan sebagai persiapan anak untuk menjalani kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. masyarakat, termasuk di dalamnya semua disiplin ilmu yang ada sebagai pengetahuan ilmiah, nilai-nilai, perilaku, benda material dan unsur kebudayaan lainnya. sebagai pusat atau sumber kegiatan pembelajaran. Perhatian dalam menyusun pengembangan kurikulum bukan sesuatu yang akan diberikan pada anak tapi bagaimana potensi yang ada pada anak dapat dikembangkan secara optimal. penyusunan kurikulum sebelumnya, baik sesuatu yang negatif maupun hasil evaluasi positif atas pelaksanaan kurikulum sebelumnya. nilai di masyarakat, termasuk nilai-nilai apa saja yang akan diajarkan di sekolah atau dalam pelaksanaan kurikulum. N. S. Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek Bandung Remaja Rosdakarya, 2004, 33. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 sosial-politik tertentu termasuk lembaga, arah kebijakan dan produk- produk politik berupa peraturan perundang-undangan yang berlaku Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan prinsip-prinsip baru. Oleh karena itu, dalam implementasi kurikulum di lembaga pendidikan sangat dimungkinkan untuk menggunakan prinsip yang berbeda dari kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lain, sehingga akan ada banyak prinsip yang digunakan dalam pengembangan sebagaimana dikutip oleh Syafaruddin dan Amiruddin menyebutkan delapan prinsip dalam pengembangan kurikulum. Prinsip-prinsip tersebut antara lain; prinsip berorientasi pada tujuan, relevansi, efisiensi, fleksibilitas, kontinuitas, keseimbangan, keterpaduan, dan Sukmadinata, membagi prinsip pengembangan kurikulum menjadi dua kelompok, yakni prinsip umum dan prinsip umum dimaknai sebagai prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum sebagai totalitas dari gabungan komponen-komponen yang membangunnya. Adapun penjabaran prinsip-prinsip umum ialah sebagai berikut 1. Prinsip relevansi Relevansi memiliki makna sesuai atau serasi. Jika mengacu pada prinsip relevansi, setidaknya kurikulum harus memperhatikan aspek internal dan eksternal. Secara internal, kurikulum memiliki relevansi antara komponen kurikulum tujuan, bahan, strategi, organisasi, dan evaluasi. Sedangkan secara eksternal komponen itu memiliki relevansi dengan tuntutan sains dan Fitroh, “Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi Pencapaian,” STUDIA INFORMATIKA JURNAL SISTEM INFORMASI 4, no. 2 2011 1–7, Syafaruddin and Amiruddin, Manajemen Kurikulum, 135–36. Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, 86. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan teknologi relevansi epistemologis, tuntutan dan potensi siswa relevansi psikologis, serta tuntutan dan kebutuhan pengembangan masyarakat relevansi sosiologis.Oleh sebab itu, dalam membuat kurikulum harus memperhatikan kebutuhan lingkungan masyarakat dan siswa di sekitarnya, sehingga nantinya akan bermanfaat bagi siswa untuk berkompetisi di dunia kerja yang akan datang. Dalam realitanya prinsip di atas memang harus betul-betul diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Dan yang tidak kalah penting harus sesuai dengan perkembangan teknologi sehingga mereka selaras dalam upaya membangun Prinsip fleksibilitas Pengembangan kurikulum berupaya agar hasilnya fleksibel, fleksibel, dan fleksibel dalam implementasinya, memungkinkan penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar belakang siswa, peran kurikulum disini sangat penting terhadap perkembangan siswa untuk itu prinsip fleksibel ini harus benar benar diperhatikan sebagai penunjang untuk peningkatan mutu pendidikan. Dalam prinsip fleksibilitas ini dimaksudkan bahwa, kurikulum harus memiliki fleksibilitas. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid, tetapi dalam implementasinya dimungkinkan untuk menyesuaikan penyesuaian berdasarkan kondisi regional. Waktu dan kemampuan serta latar belakang anak. Kurikulum ini mempersiapkan anak-anak untuk saat ini dan masa depan. Kurikulum tetap fleksibel di mana saja, bahkan untuk anak-anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda, pengembangan kurikulum masih bisa dilakukan. Hendyat Soetopo and Wasty Soemanto, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan Jakarta Bina Aksara, 1986, 49. Asmariani, “Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam Perspektif Islam Al-Afkar Jurnal Keislaman & Peradaban,” accessed April 15, 2020, Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 Kurikulum harus menyediakan ruang untuk memberikan kebebasan bagi pendidik untuk mengembangkan program pembelajaran. Pendidik dalam hal ini memiliki kewenangan dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan minat, kebutuhan siswa dan kebutuhan bidang lingkungan Prinsip kontinuitas Yakni adanya kesinambungan dalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antarjenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dan jenis pekerjaan. Makna kontinuitas disini adalah berhubungan, yaitu adanya nilai keterkaitan antara kurikulum dari berbagai tingkat pendidikan. Sehingga tidak terjadi pengulangan atau disharmonisasi bahan pembelajaran yang berakibat jenuh atau membosankan baik yang mengajarkan guru maupun yang belajar peserta didik. Selain berhubungan dengan tingkat pendidikan, kurikulum juga diharuskan berhubungan dengan berbagai studi, agar antara satu studi dapat melengkapi studi fleksibilitas adalah kurikulum yang dikembangkan tidak kaku dan memberikan kebebasan kepada guru maupun peserta didik dalam memilih program atau bahan pembelajaran, sehingga tidak ada unsur paksaan dalam menempuh program Prinsip efisiensi Peran kurikulum dalam ranah pendidikan adalah sangat penting dan bahkan vital dalam proses pembelajaran, ia mencakup segala hal dalam perencanaan pembelajaran agar lebih optimal dan efektif. Dewasa ini, dunia revolusi industri menawarkan berbagai macam perkembangan kurikulum yang dilahirkan oleh para ahli dari dunia barat. Salah satu pengembangan Rosichin Mansur, “PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL Suatu Prinsip-Prinsip Pengembangan,” Vicratina Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 November 18, 2016, Soetopo and Soemanto, Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan, 52–53. Soetopo and Soemanto, 53–54. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan kurikulum yang dipakai oleh pemerintah Indonesia untuk mecapai sebuah cita-cita bangsa yaitu mengoptimalkan kecerdasan anak-anak generasi penerus bangsa untuk memilki akhlak mulia dan berbudi pekerti yang luhur. Efisiensi adalah salah satu prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum, sehingga apa yang telah direncanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika sebuah program pembelajaran dapat diadakan satu bulan pada satu waktu dan memenuhi semua tujuan yang ditetapkan, itu bukan halangan. Sehingga siswa dapat mengimplementasikan program pembelajaran lain karena upaya itu diperlukan agar dalam pengembangan kurikulum dapat memanfaatkan sumber daya pendidikan yang ada secara optimal, cermat, dan tepat sehingga hasilnya Prinsip efektivitas Mengembangkan kurikulum pendidikan perlu mempertimbangkan prinsip efektivitas, yang dimaksud dengan efektivitas di sini adalah sejauh mana rencana program pembelajaran dicapai atau diimplementasikan. Dalam prinsip ini ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu efektivitas mengajar guru dan efektivitas belajar aspek mengajar guru, jika masih kurang efektif dalam mengajar bahan ajar atau program, maka itu menjadi bahan dalam mengembangkan kurikulum di masa depan, yaitu dengan mengadakan pelatihan, workshop dan lain-lain. Sedangkan pada aspek efektivitas belajar siswa, perlu dikembangkan kurikulum yang terkait dengan metodologi pembelajaran sehingga apa yang sudah direncanakan dapat tercapai dengan metode yang relevan dengan materi atau materi pembelajaran. Sedangkan prinsip khusus, sebagaimana dikemukakan oleh Sukmadinatamencakup lima hal, yakni; prinsip penentuan tujuan pendidikan, pemilihan isi pendidikan, pemilihan proses belajar mengajar, pemilihan media dan alat pengajaran, serta berkenaan dengan penilaian. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut Soetopo and Soemanto, 50–51. Soetopo and Soemanto, 50–51. Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, 86. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 1. Prinsip penentuan tujuan pendidikan Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum dan khusus. Dalam perumusan tujuan pendidikan, didasarkan pada sumber-sumber, seperti; ketentuan dan kebijakan pemerintah, survei mengenai persepsi masyarakat tentang kebutuhan mereka, survei tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu, survei tentang kualitas sumber daya manusia, serta pengalaman negara lain dalam menghadapi masalah yang sama. 2. Prinsip pemilihan isi pendidikan/kurikulum Dalam menentukan isi kurikulum, beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan dasar acuan ialah; diperlukan penjabaran tujuan pendidikan ke dalam perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana, isi bahan pelajaran harus meliputi segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis, maksudnya ketiga ranah belajar tersebut diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. 3. Prinsip pemilihan proses belajar mengajar Dalam proses belajar mengajar, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini; kecocokan metode/teknik belajar mengajar untuk mengajarkan bahan pelajaran, variasi metode/teknik dalam proses belajar mengajar terhadap perbedaan individu siswa, serta keefektifan metode/teknik dalam mengaktifkan siswa dan mendorong berkembangnya kemampuan baru. 4. Prinsip pemilihan media dan alat pengajaran Dalam proses pemilihan media dan alat pengajaran, hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini; kegiatan perencanaan dan inventaris terhadap alat/media apa saja yang tersedia, serta pengorganisasian alat dalam bahan pembelajaran, baik dalam bentuk modul atau buku paket. 5. Prinsip berkenaan dengan penilaian Penilaian merupakan proses akhir dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam proses penilaian belajar, setidaknya mencakup tiga hal dasar yang Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami PALAPA Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan harus diperhatikan, yakni; pertama, merencanakan alat penilaian. Hal yang harus diperhatikan dalam fase ini ialah penentuan karakteristik kelas dan usia, bentuk tes/ujian, dan banyaknya butir tes yang disusun. Kedua, menyusun alat penilaian. Langkah-langkahnya adalah dengan merumuskan tujuan pendidikan pada ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, mendeskripsikan dalam bentuk tingkah laku siswa yang dapat diamati, menghubungkan dengan bahan pelajaran, serta menuliskan butir-butir tes. Ketiga, mengelola hasil penilaian. Prinsip yang perlu diperhatikan ialah norma penilaian yang digunakan dalam pengelolaan hasil tes serta penggunaan skor standard. KESIMPULAN Kurikulum memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Keberadaan kurikulum merupakan salah satu bentuk nyata dalam mengusahakan terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, kurikulum tidaklah bersifat statis. Kurikulum dapat diubah maupun dimodifikasi secara dinamis mengikuti arah perkembangan zaman dengan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur masyarakat. Proses mengubah dan memodifikasi ini dinamakan proses pengembangan. Pengembangan kurikulum bukanlah proses instan tanpa adanya kajian yang matang terhadapnya. Setidaknya sumber rujukan dalam mengembangkan kurikulum harus berdasar pada data empiris dan eksperimen, serta cerita dan pengetahuan umum yang berkembang di masyarakat. Selain itu, pijakan dalam menegembangkan kurikulum juga perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar, seperti; prinsip relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi, efektivitas, dan komponen pendidikan lainnya agar tujuan pengembangan kurikulum dapat terarah dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zainal. Konsep Dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung Remaja Rosdakarya, 2015. Arif Rahman Prasetyo & Tasman Hamami Volume 8, Nomor 1, Mei 2020 Asmariani. “Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam Perspektif Islam Al-Afkar Jurnal Keislaman & Peradaban.” Accessed April 15, 2020. Dakir. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta Bumi Aksara, 2010. Fitroh. “Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi Pencapaian.” STUDIA INFORMATIKA JURNAL SISTEM INFORMASI 4, no. 2 2011. Hamalik, Oemar. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung Remaja Rosdakarya, 2008. Hamzah, A. Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Mentalitas. Bangkalan Universitas Trunojoyo Press, 2007. Kamal, Mustofa. “Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas.” Madaniyah 4, no. 2 2014 230–50. Langgulung, Hasan. Manusia Dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi Dan Pendidikan. Jakarta Pustaka al-Husna, 1986. Mansur, Rosichin. “PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURAL Suatu Prinsip-Prinsip Pengembangan.” Vicratina Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 2 November 18, 2016. Nasution, S. Kurikulum Dan Pengajaran. Jakarta Rineka Cipta, 1989. Oliva, Peter F. Developing The Curriculum. III. United States Harper Collins Publishers, 1992. Rusman. Manajemen Kurikulum. Jakarta Rajawali Press, 2009. Soetopo, Hendyat, and Wasty Soemanto. Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta Bina Aksara, 1986. Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung Alfabeta, 2009. Sukmadinata, N. S. Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek. Bandung Remaja Rosdakarya, 2004. Syafaruddin, and Amiruddin. Manajemen Kurikulum. Medan Perdana Publishing, 2017. Wahyuni, Fitri. “KURIKULUM DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan.” Accessed April 15, 2020. Wijaya, Pandasurya. “Survei Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 Negara.” Accessed March 3, 2020. Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta Yayasan Obor Indonesia, 2008. ... 5 Nilai-nilai dalam masyarakat, termasuk nilai-nilai apa saja yang diajarkan di sekolah atau dalam pelaksanaan kurikulum. Prasetyo & Hamami, 2020. ...Oktia Anisa PutriIfnaldi NurmalThis study aimed to learn how the implementation of religious moderation in the development of the PAI curriculum. Researchers used the Library Research research method with historical analysis research types and data collection techniques taken from various literature that discussed the theme in question to find out this. The data that has been collected is then analyzed using content analysis techniques. The study results reveal that the inculcation of moderation values in education is so important in managing world civilization in the field of education. With a high sense of tolerance, will not blame differences. However, this does not mean that moderate Islamic teachings are wishy-washy. Still, these teachings will filter out existing disputes and unite the differences that divide the archipelago, nation and religion. Religious moderation in schools can be done through the Hidden Curriculum. The process of acculturation through the habit of internalization and institutionalization. The PAI curriculum now also uses the independent learning curriculum where the aim of the Free Learning curriculum is the policy of the Minister of Education and Culture to encourage students to master useful knowledge. and provide opportunities for students to be free but still express learning within existing limits and criticisms, without having to fade away as noble ideals and also morals for educators. The factors that influence religious moderation in schools include internal and external factors.... Rachmawati, 2020. Penilaian pada Kurikulum 2013 mencakup tiga ranah di antaranya ialah ranah kognitif pengetahuan, afektif sikap sosial dan spiritual, dan psikomotor keterampilan Prasetyo & Hamami, 2020. Dalam prosesnya, penilaian tentunya memerlukan instrumen penilaian yang tepat agar penilaian berlangsung efektif. ...Ni Kadek Ledi Anggreni I Gede AstawanNi Wayan RatiKurang maksimalnya penilaian pada ranah afektif disebabkan oleh tidak adanya pengembangan instrumen penilaian yang mampu mengukur aspek-aspek penilaian. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen penilaian sikap spiritual dan sikap sosial siswa kelas VI SD pada tema Persatuan dalam Perbedaan yang valid dan reliabel. Penelitian ini berjenis pengembangan dengan menggunakan model pengembangan RDR. Metode pengumpulan data berupa lembar validasi instrumen dengan melibatkan dua ahli dan dua praktisi kelas VI. Subjek penelitian ini adalah 2 orang ahli dan 2 orang praktisi kelas VI. Metode analisis data menggunakan uji gregory untuk mencari validitas dan uji percentage of agreement untuk mencari reliabilitas. Validitas isi instrumen penilaian sikap spiritual dan sikap sosial menunjukkan hasil 1,00 berkriteria validitas sangat tinggi. Reliabilitas pada instrumen sikap spiritual dan sikap sosial menunjukkan hasil 1,00 berkriteria reliabel. Dapat disimpulkan bahwa instrumen layak untuk digunakan menilai sikap spiritual dan sikap sosial siswa kelas VI SD pada tema Persatuan dalam Perbedaan.... Assessment is a systematic and continuous process or activity to collect information about the process and results of student learning in order to make decisions based on certain criteria and considerations Astuti et al., 2018;Daga, 2020;Prasetyo & Hamami, 2020;Waizah & Herwani, 2021. The decisions in question are decisions about students, such as the grades to be given or also decisions about grade promotion and graduation. ...Ulil Maziyatin NafisyahSofyan HadiLailatul UsriyahThe purpose of the study was to describe the authentic assessment of attitude, knowledge and skills competencies in thematic learning at MI Nurul Islam 02 Balung Jember. This research uses a qualitative research approach and case study research type. The location of this research is MI Nurul Islam 02 Balung Jember. Determination of informants using purposive technique. Data collection techniques using non-participant observation, semi-structured interviews. Data analysis using data condensation, data presentation, drawing conclusions or verification. The results of this study are 1 Authentic assessment of attitude competence in thematic learning at MI Nurul Islam 02 Balung Jember includes spiritual attitudes and social attitudes 2 Authentic assessment of knowledge competence is using written tests, oral tests and assignments. On the theme of 8 Regions Where I Live sub-theme 1 learning to 1 knowledge assessment is carried out in written tests and assignments, written tests are making sentences from a word, and pairing buildings and nets of building spaces. The assignment is that the teacher gives homework in groups. 3 Authentic assessment of skill competencies in thematic learning in the form of portfolio, project, and performance assessments. Skills assessment is seen from students' skills when doing storytelling activities.... Guru bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak, diharapkan terjadi interaksi belajar-mengajar, guru yang profesional merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya eksposisi pembelajaran dan guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran dalam pembelajaran. Selain menguasai materi yang diajarkan Prasetyo & Hamami, 2020. Maka dari itu guru profesional saat mengajar tidak hanya memberikan banyak nasihat-nasihat, namun mampu memiliki peranan yang besar dalam kemajuan pendidikan seperti mengikuti workshop atau kegiatan pelatihan agar pencapaian tujuan pembelajaran Kristiawan & Rahmat, 2018. ...Salwa Meliana SabrinaAslam AslamPenelitian ini didasarkan dalam peranan kepala sekolah untuk meningkatkan profesionl guru. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambaran beberapa temuan di lapangan, menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 7 orang terdiri dari kepala sekolah, perwakilan empat guru, dan dua karyawan dengan objek penelitian meliputi Analisis Peranan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesional Guru di SDN Kali Baru 3 Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokementasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Kepala sekolah telah melaksanakan peranan berupa arahan dan instruksi kepada guru, pegawai tentang apa yang harus dilakukan. Sehingga arahan dan instruksi dapat dicermati dan diikuti dengan baik dan maksimal, 2 Faktor pendukung peranan kepala sekolah selama ini terbuka untuk saling kerjasama dan memberikan kenyamanan kepada guru. Sedangkan faktor penghambatnya terdapat salah satu guru yang masih kurang paham menggunakan memiliki tujuan didalamnya, seperti yang tertera dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam mencapai tujuan pendidikan diperlukan alat yang dapat mengarahkan dan menjadi landasan dalam kegiatan pembelajaran yaitu kurikulum. Kurikulum merupakan alat pembantu dalam pelaksanaan pembelajaran yang dapat menyokong terwujudnya tujuan pendidikan. Dengan begitu harus adanya penyesuaian terhadap kurikulum yang diterapkan. Kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik juga dengan capaian yang harus dipenuhi. Hal ini menyebabkan adanya perubahan atau pengembangan kurikulum secara berkala. Melihat adanya perubahan kurikulum secara berkala, menimbulkan pertanyaan apakah perubahan untuk pengembangan kurikulum tersebut memiliki pengaruh dalam prestasi belajar peserta didik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengembangan kurikulum terhadap prestasi belajar peserta didik. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode literatur review atau studi kepustakaan dengan analisis deskriptif. Dari penelitian yang dilakukan, penulis mendapatkan hasil bahwa pengembangan kurikulum disebagian sekolah dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Namun dilain pihak, pengembangan kurikulum ini hanya meningkatkan motivasi prestasi saja tanpa adanya peningkatan prestasi belajar peserta didik. Pengembangan kurikulum merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan evaluasian namun harus tetap berlandaskan tujuan pendidikan juga kebutuhan peserta Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi PencapaianDakir. Perencanaan Dan Pengembangan KurikulumJakartaDakir. Perencanaan Dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta Bumi Aksara, 2010. Fitroh. "Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi Dan Strategi Pencapaian." STUDIA INFORMATIKA JURNAL SISTEM INFORMASI 4, no. 2 2011. Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis MentalitasA HamzahHamzah, A. Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Mentalitas. Bangkalan Universitas Trunojoyo Press, Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan MentalitasMustofa KamalKamal, Mustofa. "Model Pengembangan Kurikulum Dan Strategi Pembelajaran Berbasis Sosiologi Kritis, Kreativitas Dan Mentalitas." Madaniyah 4, no. 2 2014 The Curriculum. III. United StatesPeter F OlivaOliva, Peter F. Developing The Curriculum. III. United States Harper Collins Publishers, Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi PendidikanHendyat SoetopoWasty SoemantoSoetopo, Hendyat, and Wasty Soemanto. Pembinaan Dan Pengembangan Kurikulum Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta Bina Aksara, DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan KeagamaanSyafaruddinAmiruddinManajemen KurikulumMedanSyafaruddin, and Amiruddin. Manajemen Kurikulum. Medan Perdana Publishing, 2017. Wahyuni, Fitri. "KURIKULUM DARI MASA KE MASA Telaah Atas Pentahapan Kurikulum Pendidikan Di Indonesia Al-Adabiya Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan." Accessed April 15, 2020. ew/ Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 NegaraPandasurya WijayaWijaya, Pandasurya. "Survei Pendidikan Dunia, Indonesia Masuk 10 Terbawah Dari 79 Negara." Accessed March 3, 2020. Skip to contentHome/Manajemen/Prinsip Manajemen 14 Hal yang Diperlukan untuk Manajemen yang Sukses Prinsip Manajemen 14 Hal yang Diperlukan untuk Manajemen yang SuksesPrinsip Manajemen 14 Hal yang Diperlukan untuk Manajemen yang SuksesPakar manajemen yang berbeda telah menjelaskan prinsip yang berbeda berdasarkan penelitian mereka. Henry Fayol, seorang industrialis terkenal Perancis, telah menjelaskan empat belas prinsip manajemen dalam bukunya General and Industrial menjelaskan perbedaan antara prinsip’ dan elemen’ dan juga menjelaskan bahwa prinsip-prinsip manajemen pada dasarnya membangun hubungan antara sebab dan akibat, sedangkan elemen’ manajemen menunjuk pada menyampaikan prinsip-prinsip manajemen, Fayol tetap memperhatikan dua hal. Pertama, daftar prinsip-prinsip manajemen tidak boleh panjang tetapi harus sugestif dan hanya prinsip-prinsip yang harus dijelaskan yang dapat diterapkan di sebagian besar prinsip manajemen harus fleksibel dan tidak kaku sehingga dapat dilakukan perubahan jika diperlukan. Empat belas prinsip yang dibkemukakan oleh Henry Fayol adalah sebagai berikut1. Divisi KerjaPrinsip fayol ini memberi tahu kita bahwa sejauh mungkin seluruh pekerjaan harus dibagi menjadi beberapa bagian yang berbeda dan setiap individu harus diberikan hanya satu bagian dari pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keahlian daripada memberikan keseluruhan pekerjaan kepada satu seorang individu tertentu melakukan pekerjaan yang sama berulang kali, dia akan menjadi ahli dalam melakukan bagian tertentu dari keseluruhan pekerjaan. Akibatnya, manfaat spesialisasi akan seorang produsen furnitur mendapat pesanan pembuatan 100 meja kuliah. Dia memiliki lima pekerja yang akan melakukan pekerjaan itu. Ada dua cara untuk menyelesaikan pesanan ini. Pertama, setiap pekerja diminta untuk menyelesaikan 20 stand kedua dapat mendistribusikan bagian yang berbeda dari membuat meja kuliah misalnya pekerja satu menyelesaikan papan atas, yang lain penyangga tengah, dan lainnya mengerjakan perakitan dan poles. Cara ini memberikan pekerjaan yang berbeda kepada lima pekerja untuk melakukan pekerjaan sama, yaitu membuat 100 meja kuliahDi sini, indikasi Fayol adalah cara kedua untuk melakukan pekerjaan ini dan bukan yang pembagian kerja berlaku tidak hanya untuk para pekerja tetapi juga untuk para manajer. Misalnya, jika seorang manajer ditugaskan untuk mengerjakan jenis kegiatan yang sama untuk jangka waktu yang lama, ia pasti akan menjadi ahli dalam pekerjaan keputusan yang lebih banyak dan bermanfaat dapat diambil dalam waktu yang relatif lebih singkat Positive Effect dari spesialisasi akan diperoleh, seperti peningkatan kualitas kerja, peningkatan kecepatan produksi, penurunan pemborosan sumber daya2. Wewenang dan Tanggung JawabMenurut prinsip ini, wewenang dan tanggung jawab harus berjalan seiring. Ini berarti bahwa ketika seorang individu tertentu diberi pekerjaan tertentu dan dia dibuat bertanggung jawab atas hasilnya, ini hanya mungkin jika dia diberi wewenang yang cukup untuk melaksanakan tanggung tepat untuk membuat seseorang bertanggung jawab atas pekerjaan apa pun tanpa otoritas. Dalam kata-kata Fayol, “Hasil dari otoritas adalah tanggung jawab. Ini adalah hasil alami dari otoritas dan pada dasarnya aspek lain dari otoritas dan kapan pun otoritas digunakan, tanggung jawab secara otomatis lahir. ”Misalnya, CEO sebuah perusahaan telah menggandakan target penjualan dari manajer penjualan untuk tahun yang akan datang. Untuk mencapai target ini, wewenang untuk menunjuk perwakilan penjualan yang diperlukan, beriklan sesuai kebutuhan, dll. Harus diizinkan. Jika hal-hal ini tidak diizinkan, manajer penjualan tidak dapat dimintai pertanggungjawaban3. DisiplinPrinsip manajemen selanjutnya adalah kedisiplinan. Disiplin sangat penting untuk setiap prestasi kerja yang berhasil. Fayol menganggap disiplin berarti kepatuhan, menghormati otoritas, dan kepatuhan pada aturan yang dapat dibangun dengan memberikan pengawasan yang baik di semua tingkatan, menjelaskan aturan secara jelas, dan menerapkan sistem reward and punishment. Seorang manajer dapat memberikan contoh yang baik kepada bawahannya dengan mendisiplinkan dirinya jika karyawan mengingkari janjinya untuk bekerja hingga kapasitas penuh mereka, itu akan dianggap sebagai pelanggaran kepatuhan. Demikian pula seorang manajer penjualan memiliki wewenang untuk melakukan bisnis secara jika dia mengizinkan fasilitas ini bukan untuk pelanggan umum tetapi hanya untuk kerabat dan teman-temannya, maka itu sama saja dengan mengabaikan rasa hormatnya kepada Kesatuan KomandoMenurut prinsip manajemen kesatuan komando, seorang karyawan harus menerima perintah hanya dari satu atasan pada satu waktu dan bahwa karyawan harus bertanggung jawab hanya kepada atasan ada banyak atasan yang memberi perintah kepada karyawan yang sama, dia tidak akan bisa memutuskan urutan mana yang akan diberi prioritas. Ia kemudian menemukan dirinya dalam situasi yang seperti itu berdampak buruk pada efisiensi bawahan. Sebaliknya, jika atasannya banyak, maka setiap atasan ingin agar perintahnya diutamakan. Masalah ego ini menciptakan kemungkinan conflict of interest. Akibatnya, efisiensi mereka sendiri kemungkinan besar akan Kesatuan ArahKesatuan arah berarti bahwa harus ada satu kepala untuk satu rencana untuk kelompok kegiatan yang memiliki tujuan yang sama. Dengan kata lain, harus ada satu rencana tindakan untuk sekelompok kegiatan yang memiliki tujuan yang sama dan harus ada satu manajer untuk sebuah perusahaan otomotif membuat dua produk, yaitu skuter dan mobil, sehingga memiliki dua setiap produk memiliki pasar dan masalahnya sendiri-sendiri, maka setiap divisi harus memiliki targetnya sendiri. Kini setiap divisi harus merencanakan targetnya sesuai kondisi lingkungannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Perlu dibedakan antara pengertian kesatuan komando dan kesatuan komando berarti hanya ada satu manajer dalam satu waktu untuk memberikan perintah kepada seorang karyawan, sedangkan kesatuan arah berarti hanya ada satu manajer yang menjalankan kendali atas semua kegiatan yang memiliki tujuan yang Subordinasi Kepentingan Individu ke Kepentingan UmumPrinsip manajemen ini dapat dinamakan Prioritas Kepentingan Umum daripada Kepentingan Individu’. Menurut prinsip ini, kepentingan umum atau kepentingan organisasi di atas segalanya. Jika seseorang diminta untuk menempatkan kepentingan individu dan kepentingan umum dalam urutan prioritas, pasti kepentingan umum akan ditempatkan di tempat jika seorang manajer mengambil suatu keputusan yang merugikan dirinya secara pribadi tetapi menghasilkan keuntungan yang besar bagi perusahaan, ia tentunya harus mengutamakan kepentingan perusahaan dan mengambil keputusan tersebut sesuai dengan jika suatu keputusan membantu manajer secara pribadi tetapi mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan, maka keputusan seperti itu tidak boleh manajer pembelian suatu perusahaan harus membeli 100 ton bahan mentah. Putranya kebetulan menjadi pemasok bersama pemasok lain di membeli bahan mentah dari perusahaan anaknya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasar. Ini akan menguntungkan manajer secara pribadi, tetapi perusahaan akan mengalami kerugian besar. Situasi ini buruk bagi Remunerasi untuk KaryawanFayol berpendapat bahwa karyawan harus mendapatkan remunerasi yang adil sehingga karyawan dan pemilik mendapatkan kepuasan yang tugas manajer untuk memastikan bahwa karyawan diberi remunerasi sesuai dengan pekerjaan mereka. Namun, jika mereka tidak dibayar dengan layak untuk pekerjaan mereka, mereka tidak akan melakukan pekerjaan mereka dengan dedikasi, kejujuran dan kapasitas yang organisasi harus menghadapi kegagalan. Remunerasi yang layak bergantung pada beberapa faktor seperti biaya hidup, permintaan tenaga kerja dan kemampuan merasa bahwa untuk memotivasi karyawan, selain dari remunerasi umum, mereka harus diberi insentif moneter dan anggaplah segala sesuatunya semakin mahal dan perusahaan mendapatkan keuntungan besar. Dalam situasi seperti itu, remunerasi karyawan harus ditingkatkan bahkan tanpa diminta. Jika hal ini tidak dilakukan, karyawan akan meninggalkan perusahaan jika ada kesempatan. Tentunya akan ada biaya yang harus dikeluarkan untuk rekrutmen baru yang akan merugikan Sentralisasi dan DesentralisasiMenurut prinsip manajemen ini, para atasan harus mengadopsi sentralisasi yang efektif daripada sentralisasi lengkap dan desentralisasi lengkap. Dengan sentralisasi yang efektif, Fayol menerangkan tidak berarti bahwa otoritas harus sepenuhnya otoritas pengambilan keputusan penting berada di tangan mereka sendiri, sedangkan kewenangan mengambil keputusan sehari-hari dan keputusan yang kurang penting harus dilimpahkan kepada sentralisasi dan desentralisasi dapat berbeda dalam situasi yang berbeda. Misalnya, menguntungkan untuk memiliki lebih banyak sentralisasi di unit bisnis kecil dan lebih banyak desentralisasi di unit bisnis keputusan dalam menentukan tujuan dan kebijakan, perluasan bisnis, dll. Harus tetap berada di tangan atasan. Di sisi lain, kewenangan untuk pembelian bahan baku, pemberian cuti kepada karyawan, dll harus dilimpahkan kepada positifPenurunan beban kerja atasanKeputusan yang lebih baik dan cepatMeningkatkan dorongan kepada bawahanEfek negatifPeningkatan beban kerja yang tidak perlu dari atasan jika terjadi sentralisasi dan bawahan jika terjadi desentralisasiKeputusan yang terburu buru dan salah oleh atasan jika sentralisasi penuh dan keputusan yang lemah oleh bawahan dalam kasus desentralisasi lengkapPenurunan dorongan kepada bawahan jika sentralisasi HirarkiPengertian hirarti mengacu pada garis otoritas formal yang bergerak dari peringkat tertinggi ke peringkat terendah dalam garis lurusPendapat FayolRantai hirarki ini harus diikuti dengan ketat. Artinya setiap komunikasi harus bergerak dari atas ke bawah dan sebaliknya dalam satu garis lurus. Kondisi penting di sini adalah tidak ada langkah posting yang harus dilewatkan selama FayolFayol menjelaskan prinsip ini dengan bantuan sebuah di perusahaan karyawan F’ ingin berhubungan dengan karyawan P’. Menurut prinsip rantai hirarki F’ harus mencapai A’ melalui media E, D, C, B dan kemudian bersentuhan dengan L, M, N, 0 akan mencapai P’. Jadi F’ harus mengambil bantuan dari kesembilan langkah posting untuk melakukan kontak bisnis dengan P’.Karena sistem otoritas dan komunikasi yang lebih jelas, masalah dapat diselesaikan lebih juga pengecualian dari prinsip rantai hirarki. Konsep ini dikembangkan untuk menjalin kontak langsung dengan karyawan yang sederajat dalam keadaan darurat untuk menghindari keterlambatan seperti yang ditunjukkan pada diagram karyawan F’ dapat melakukan kontak langsung dengan karyawan P’. Tetapi untuk melakukannya, karyawan F’ dan P’ harus meminta izin sebelumnya dari atasan langsung mereka E’ dan O’. Rincian pembicaraan mereka juga harus diberikan kepada .PesanMenurut prinsip keteraturan, orang yang tepat harus ditempatkan pada pekerjaan yang tepat dan hal yang benar harus ditempatkan di tempat yang Fayol, setiap perusahaan harus memiliki dua pesanan yang berbeda Tatanan Material untuk Sumber Daya Fisik dan Tatanan Sosial untuk Sumber Daya sumber daya fisik agar tetap teratur berarti tempat yang tepat untuk segala sesuatu dan segala sesuatu di tempat yang tepat’. Demikian pula, menjaga ketertiban sumber daya manusia berarti tempat untuk semua orang dan semua orang di tempat yang ditentukan’.Mempertahankan kedua perintah ini dengan benar akan memastikan bahwa semua orang mengetahui tempat kerjanya, apa yang harus dia lakukan, dan dari mana dia akan mendapatkan materi yang dibutuhkannya. Alhasil, semua sumber daya yang tersedia di organisasi akan dimanfaatkan dengan KesetaraanPrinsip manajemen ini mengatakan bahwa manajer harus memperlakukan bawahannya dengan cara yang adil dan baik sehingga mereka mengembangkan perasaan dedikasi dan keterikatan pada pekerjaan mereka. Semua karyawan harus diperlakukan sama dan tidak memberi tahu kita sehubungan dengan prinsip ini bahwa tidak boleh ada persamaan perlakuan antara orang yang pekerjaannya benar-benar baik dan orang yang pada dasarnya setiap karyawan harus diperlakukan dengan tegas dan adil. Karena sudut pandang inilah Fayol telah mempresentasikan metode remunerasi Stabilitas PersonilDari sudut pandang manajemen, sangat berbahaya untuk sering berganti karyawan karena ini merupakan cerminan dari manajemen yang tidak efisien. Oleh karena itu, menurut prinsip manejemen ini, kestabilan masa kerja karyawan itu penting agar pekerjaan tetap berpendapat bahwa ketidakstabilan dalam masa jabatan karyawan adalah penyebab manajemen dan hasil yang buruk. Tingkat perputaran tenaga kerja yang tinggi akan mengakibatkan peningkatan biaya karena memilih mereka berkali-kali, dan memberi mereka pelatihan juga menurunkan prestise organisasi dan menciptakan rasa tidak aman di antara karyawan yang membuat mereka sibuk mencari jalan baru untuk bekerja. Akibatnya, rasa dedikasi tidak bisa tercipta di antara jika pekerja di suatu perusahaan tidak diperlakukan dengan baik dan suasana di perusahaan juga tidak sehat, maka karyawan tidak akan bertahan lama. Dengan kata lain, mereka akan meninggalkan perusahaan pada kesempatan pertama yang tersedia. Situasi ini sangat seorang karyawan menyelesaikan 10 unit barang dalam sehari. Buruh lain yang kebetulan kerabat pengawas menyelesaikan 8 unit tapi keduanya mendapat upah yang sama. Ini melanggar prinsip kesetaraan. Pekerja kedua harus mendapatkan upah yang lebih sedikit daripada yang InisiatifInisiatif berarti kapasitas untuk bekerja sambil mengungkapkan pikiran seseorang. Menurut Fayol, itu adalah tugas manajer untuk mendorong rasa inisiatif di antara karyawannya untuk melakukan suatu pekerjaan atau mengambil keputusan tetapi dalam batas otoritas dan hanya mungkin terjadi jika manajer akan menerima pemikiran bawahannya. Dengan demikian bawahan akan terus menerus mempresentasikan ide-ide baru dan berguna dan secara bertahap mereka akan menjadi bagian integral dari organisasi. Untuk membuat proses ini sukses, seorang manajer harus meninggalkan rasa prestise yang seorang sales menyarankan kepada manajer penjualannya untuk menerapkan teknik periklanan baru. Manajer penjualan menyuruhnya pergi dengan mengatakan kepadanya bahwa itu tidak mungkin dan mengabaikan saran itu sama situasi seperti itu, sales yang telah ditolak dan diremehkan tidak akan pernah berani menawarkan saran apa pun di masa mendatang karena keinginannya untuk mengambil inisiatif telah jika sarannya didengarkan baik-baik meski belum terlaksana, dia bisa berani menawarkan saran di masa mendatang. Tindakan seperti itu akan mendorong Esprit de corpsSesuai dengan prinsip manajemen ini, seorang manajer harus terus berupaya mengembangkan semangat tim di antara bawahan. Untuk melakukan ini, dia harus menggunakan kata Kami’ atau “Kita” daripada “Saya”selama percakapan dengan bawahan atau merayakan yang Anda lihat, 14 prinsip manajemen Fayol tidak menyimpang jauh dari prinsip yang dipegang teguh oleh sebagian besar manajer modern. Bahkan, Anda bisa menerapkan semuanya ke tempat kerja menyarankan Anda menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri AndaBagaimana saya dapat membantu tim saya mencapai lebih banyak?Bagaimana cara menciptakan budaya tempat kerja yang positif?Apa yang dapat saya lakukan untuk membuat segalanya lebih baik?Jika Anda sudah mendapatkan jawaban dari 3 pertanyaan ini, kemungkinan besar Anda berpeluang menjadi manajer yang artikel seperti ini ada di website perusahaan Anda? Atau sedang mencari jasa penulis artikel? Hubungi kami melalui tautan adalah artikel menarik lainnya yang bisa Anda bacaPasar Monopoli Pengertian, Karakteristik, Penyebab, Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya Disposable Income Pengertian, Cara Hitung, Penggunaan dan BatasanSistem Informasi Pemasaran Pengertian, Fungsi, Karakteristik, dan KomponennyaPengertian Cashflow Quadrant, Manfaat dan 4 Bagian di DalamnyaAnalisis Jabatan Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Tips Melakukan Analisis Etika profesi merupakan suatu sikap hidup yang bertujuan untuk dapat memberikan suatu pelayanan yang sifatnya profesional kepada masyarakat. Etika profesi atau juga kode etik profesi ini sangat berhubungan dengan bidang tertentu yang berhubungan dengan masyarakat atau juga konsumen dengan secara langsung. Baca Juga Contoh Sikap Profesional Dalam Perusahaan!!! Etika profesi ini berperan sebagai sistem norma, nilai, serta aturan profesional secara tertulis yang dengan tegas menyatakan apa yang benar/baik serta apa yang tidak benar/tidak baik bagi seorang profesional. Dengan kata lain, tujuan dari etika profesi ini adalah untuk seorang profesional tersebut bertindak sesuai dengan aturan serta juga menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik profesi. Prinsip Dasar Etika Profesi Dalam etika profesi ada beberapa prinsip-prinsip dasar yang perlu diketahui. Prinsip-prinsip ini melandasi pelaksanaan etika profesi, diantaranya sebagai berikut 1. Prinsip tanggung jawab Semua tenaga kerja profesional sudah sepatutnya bekerja dengan diliputi rasa tanggung jawab yang besar. Pekerjaan harus dilakukan secara serius dan baik sehingga hasilnya bisa maksimal. Dengan memiliki rasa tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan, maka perusahaan dapat dianggap memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. 2. Prinsip keadilan Dalam menjalankan setiap pekerjaan dan tanggung jawab profesi, maka seorang karyawan atau tenaga kerja haruslah mengedepankan keadilan. Keadilan ini harus diberikan kepada setiap orang yang berhak menerimanya termasuk dalam hal pekerjaan. 3. Prinsip otonomi Bila Anda bekerja dan menempati suatu jabatan di dalam perusahaan, itu berarti Anda memiliki wewenang dan kebebasan dalam menjalankan pekerjaan tertentu. Tentunya wewenang dan kebebasan ini harus dijalankan sesuai dengan kode etik yang dimiliki oleh Anda sebagai seorang profesional. Dengan begitu setiap tugas yang dikerjakan dapat diselesaikan dengan baik. 4. Prinsip integritas moral Yang dimaksud dengan Integritas moral disini adalah kualitas kejujuran serta prinsip moral dalam diri seseorang yang harus dilakukan dengan secara konsisten dalam menjalankan profesinya. Tentunya konsistensi dalam menjalankan moral ini berkaitan dengan profesionalitas. Bagi seorang profesional harus memiliki komitmen terhadap dirinya untuk dapat menjaga kepentingan profesi itu kepada diri sendiri dan masyarakat. Memiliki moral yang baik nantinya akan membawa Anda untuk bisa bekerja dengan baik juga dan akan selalu mengutamakan kepentingan bersama. Baca Juga Pengertian Perencanaan Produksi Cara Membuat Surat Perjanjian Kerjasama Yang Baik! CONTOH SURAT IZIN KERJA Pengertian Tangung Jawab Sosial Perusahaan CSR Mengenal Jasa Outsourcing lebih dekat.

berikut prinsip prinsip yang harus dipegang dalam sebuah tim kecuali